Nama :
RIA HAYATI
NIM :
33.12.3.065
Sem/Jurs : IV /
BKI-2
Ujian MID : Layanan
Konseling
Kelompok 1 : LAYANAN
ORIENTASI
Layanan
orientasi terkhusus di sekolah adalah layanan bimbingan yang dikoordinir guru
pembimbing dalam hal ini konselor dengan bantuan semua guru dan wali kelas,
dengan tujuan membantu mengorientasi (mengarahkan, membantu, mengadaptasi)
siswa juga pihak lain yang dapat memberi pengaruh terutama orang tuanya dalam
rangka mempermudah orang yang terkait (klien) beradaptasi dengan situasi yang
baru.
Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu (klien) agar
mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau situasi yang baru. Dengan kata
lain agar klien dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari berbagai
sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut. Layanan ini juga
akan mengantarkan klien utuk memasuki dan beradaptasi dengan suasana atau
lingkungan baru tersebut.
Komponen
layanan orientasi meliputi konselor, individu peserta layanan, dan lingkungan
atau suasana atau objek baru yang menjadi isi layanan. Baik konselor maupun
Klien melaksanakan Layanan orientasi dengan pendekatan langsung dan terbuka
yang berkenaan dengan obejk-objek yang dibahas dari isi layanan.
Kelompok 2: LAYANAN INFORMASI
Layanan informasi adalah suatu kegiatan atau usaha untuk membekali
para siswa tentang berbagai macam pengetahuan supaya mereka mampu mengambil
keputusan secara tepat dalam kehidupannya.
Tujuan dari layanan informasi adalah supaya para siswa memperoleh
informasi yang relevan dalam rangka memilih dan mengambil keputusan secara
tepat guna dalam mencapai pengembangan diri yang optimal dan mendapatkan
kualitas hidup yang lebih baik.
Didalam proses pemberian layanan informasi ada tiga komponen yang
terpenting dan harus ada yaitu : Konselor, Peserta layanan, Isi layanan (
Informasi ).
Didalam kegiatan layanan informasi ini ada beberapa kegiatan
pendukung yang membantu agar proses layanan informasi ini berjalan dengan baik.
Adapun jenis kegiatan itu adalah : Aplikasi instrumen dan himpunan data,
konferensi kasus, kunjungan rumah, alih tangan kasus.
Hasil Wawancara dengan Guru BK SMP SWASTA
RAKYAT Pancur Batu.
1. Menurut ibu apa itu layanan informasi?
Jawab : Layanan informasi itu adalah pemberian informasi sesuai tema yang akan dibahas, dan dalam penyampaiannya harus bisa di pahami oleh peserta didik dan dibuat semenarik mungkin agar peserta didik mampu menangkap isi layanan informasi tersebut.
2. Metode apa saja yang dilakukan utk pemberian layanan informasi ini? bagaimana pelaksanaannya dan efektifkah pelaksanaanya?
Jawab : Metode ceramah dan memakai beberapa media lainnya seperti infokus, speaker dll. pelaksaannya cukup baik dan diberikan waktu 45menit utk masuk kelas memberikan layanan informasi sesuai format yg sudah ditentukan , dan pelaksaannya menurut saya sudah efektif.
1. Menurut ibu apa itu layanan informasi?
Jawab : Layanan informasi itu adalah pemberian informasi sesuai tema yang akan dibahas, dan dalam penyampaiannya harus bisa di pahami oleh peserta didik dan dibuat semenarik mungkin agar peserta didik mampu menangkap isi layanan informasi tersebut.
2. Metode apa saja yang dilakukan utk pemberian layanan informasi ini? bagaimana pelaksanaannya dan efektifkah pelaksanaanya?
Jawab : Metode ceramah dan memakai beberapa media lainnya seperti infokus, speaker dll. pelaksaannya cukup baik dan diberikan waktu 45menit utk masuk kelas memberikan layanan informasi sesuai format yg sudah ditentukan , dan pelaksaannya menurut saya sudah efektif.
3.
Adakah kendala dalam menjalankan layanan informasi disekolah?
Jawab : Kendalanya sih gada paling kalau di Smp ini saat pemberian informasi itu kan tidak semua sekolah-sekolah mempunyai infokus paling di berikan wacana atau efek gambar dari pergaulan anak Smp sekarang, kendala di anak itu sih tidak ada ya karna pandai2 guru BK yg mengendalikan anak2 itu atau membuat wacana pemberian informasi semanarik mungkin.
4. Apakah layanan informasi disekolah ini hanya dijalankan oleh guru BK? Adakah peran perangkat sekolah yang lain?
Jawab: iya, yang menjalankan hanya guru BK aja, tidak ada peran peran perangkat lain. Hanya guru BK aja
5.Didalam teknik layanan informasi ini apakah ada mendatangkan narasumber dari luar?
Jawab: jika perlu, kalau untuk saat ini belum, tetapi kemaren karna ada acara dan kantor polisi juga dekat dengan sekolah, polisi memberikan layanan informasi kepada siswa-siswi tentang wacana pornografi, pergaulan bebas dan geng motor.
6. Menurut ibu seberapa penting layanan informasi disekolah?
Jawab: sangat sangat penting, karna apabila tidak adanya guru BK dan tidak adanya pemberian informasi kita tidak tahu latar belakang masalah siswa, karna kebanyakan siswa bandel akibat kurang kasih sayang dari orang tuanya, dan disini lah peran guru BK sangat besar dan guru Bk juga harus tahu biodata setiap murid-murid nya sehingga apabila dia bermasalah disekolah mudah memberitahukan kepada orangtuanya.
7. Apakah pihak sekolah peduli dengan layanan informasi BK disekolah?
Jawab: merespon dan peduli tentang guru BK
8. Tujuan adanya layanan informasi disekolah?
Jawab: agar siswa dapat membedakan mana yang baik menurut untuk mereka dan mana yang buruk untuk mereka, dan membuat siswa/siswi lebih baik dari sebelumnya, dan membayangkan begitu besar nya efek apabila melakukan hal-hal negative tersebut.
Jawab : Kendalanya sih gada paling kalau di Smp ini saat pemberian informasi itu kan tidak semua sekolah-sekolah mempunyai infokus paling di berikan wacana atau efek gambar dari pergaulan anak Smp sekarang, kendala di anak itu sih tidak ada ya karna pandai2 guru BK yg mengendalikan anak2 itu atau membuat wacana pemberian informasi semanarik mungkin.
4. Apakah layanan informasi disekolah ini hanya dijalankan oleh guru BK? Adakah peran perangkat sekolah yang lain?
Jawab: iya, yang menjalankan hanya guru BK aja, tidak ada peran peran perangkat lain. Hanya guru BK aja
5.Didalam teknik layanan informasi ini apakah ada mendatangkan narasumber dari luar?
Jawab: jika perlu, kalau untuk saat ini belum, tetapi kemaren karna ada acara dan kantor polisi juga dekat dengan sekolah, polisi memberikan layanan informasi kepada siswa-siswi tentang wacana pornografi, pergaulan bebas dan geng motor.
6. Menurut ibu seberapa penting layanan informasi disekolah?
Jawab: sangat sangat penting, karna apabila tidak adanya guru BK dan tidak adanya pemberian informasi kita tidak tahu latar belakang masalah siswa, karna kebanyakan siswa bandel akibat kurang kasih sayang dari orang tuanya, dan disini lah peran guru BK sangat besar dan guru Bk juga harus tahu biodata setiap murid-murid nya sehingga apabila dia bermasalah disekolah mudah memberitahukan kepada orangtuanya.
7. Apakah pihak sekolah peduli dengan layanan informasi BK disekolah?
Jawab: merespon dan peduli tentang guru BK
8. Tujuan adanya layanan informasi disekolah?
Jawab: agar siswa dapat membedakan mana yang baik menurut untuk mereka dan mana yang buruk untuk mereka, dan membuat siswa/siswi lebih baik dari sebelumnya, dan membayangkan begitu besar nya efek apabila melakukan hal-hal negative tersebut.
Kelompok
3: Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran adalah layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan peserta didik atau klien memperoleh penempatan dna
penyaluran yang tepat, misalnya penempatan dan penyaluran didalam kelas,
kelompok belajar, jurusan atau program studi, program pelatihan, magang
kegiatan, ekstra kurikuler sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi
pribadi.
Berbagai hal yang menyebabkan potensi, bakat dan minat yang tidak
tersalurkan secara tepat akan mengakibatkan siswa yang bersangkutan tidak dapat
berkembang secara optimal.
Melalui layanan penempatan dan penyaluran ini diharapkan para
siswa/klien dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka yang pada akhirnya
dapat menetapkan pilihan yang tepat, baik dalam memilih jurursan, kelompok
belajar, pekerjaan atau karier, kegiatan ekstra kurikuler, program latihan dan
pendidikan yang lebih tinggi sesuai dengan kondisi fisik dan psikisnya.
Dengan demikian, fungsi utama dari layanan penempatan dan
penyaluran ini adalah fungsi pencegahan, pemeliharaan dan advokasi.
Materi
layanan penempatan dan penyaluran ini dapat terlihat pada beberapa macam,
yaitu:
1)
Penempatan di dalam kelas, berdasarkan kondisi dan ciri-ciri
pribadi
2)
Penempatan berasaskan pemerataan
3)
Penempatan dan penyaluran ke dalam kelompok belajar;
berdasarkan kemampuan dan intelegensi
4)
Penempatan dan penyaluran dalam program yang lebih
luas
5)
Penempatan dalam jabatan dan karier
Kelompok
4: Layanan Penguasaan Konten/Pembelajaran
Layanan konten atau pembelajaran adalah layanan bimbingan dan
konseling yang memungkinkan peserta didik atau klien mengembangkan diri dengan
sikap dan kebiasaan belajar yang baik, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan
belajar lainnya. Layanan penguasaan konten merupakan suatu layanan bantuan
kepada Individu baik sendiri maupun dalam kelompok untuk menguasai kemampuan
atau kompetisi tertentu melalui kegiatan belajar.
Layanan konten atau pembelajaran ini dimaksudkan untuk memungkinkan
peserta didik memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik,
keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan
belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan
perkembangan dirinya.
Fungsi bimbingan dan konseling yang didukung oleh layanan
pembelajaran ini adalah fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Materi yang dapat
diangkat melalui layanan pembelajaran ini terdapat berbagai macam yaitu:
1)
Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar;
tentang kemampuan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar.
2)
Pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar
yang baik
3)
Pengembangan keterampilan belajar, seperti membaca,
mencatat, bertanya, menjawab dan menulis
4)
Pengajaran perbaikan
5)
Program pengayaan
Kegiatan
pendukung layanan penguasaan konten :
Ø Aplikasi instrumentasi,
Ø Himpunan data,
Ø Konferensi kasus
Ø Kunjungan rumah
Ø Alih tangan kasus
Kelompok
5 : Layanan Perorangan/Individu
Konseling perorangan (KP) / Individu merupakan layanan konseling
yang diselenggarakan oleh seorang konselor terhadap seorang klien dalam rangka
pengetasan masalah pribadi klien. Dalam suasana tatap muka dilaksanakan
interaksi langsung antara klien dan konselor,membahas berbagai hal tentang
masalah yang dialami klien.
Layanan konseling individual yang dilaksanakan secara verhadapan
atau tatap muka dengan guru pembimbing (konselor), permasalahan yang dialami
oleh peserta didik atau klien dapat diatasi. Oleh karena itu layanan konseling
individual (perorangan) ini dapat mendukung fungsi pengentasan dalam layanan
bimbingan dan konseling.
Secara umum tujuan layanan konseling perorangan adalah pengentasan
masalah klien dangan demikian, fungsi pengentasan sangat dominan dalam layanan
ini. Dengan layanan konseling perorangan beban klien diringankan, kemampuan
klien ditinggkatkan, potensi klien dikembangkan.
Secara khusus tujuan layanan konseling individu adalah merujuk
kepada fungsi-fungsi bimbingan dan konseling sebagaimana telah dikemukakan
dimuka. Pertama, merujuk kepada fungsi pemahaman, maka tujuan layanan konseling
adalah agar klien memahami seluk-belukyang dipahami secara mendalam dan
komprehensif, positif, dan dinamis. Kedua.merujuk kepada fungsi pengetasan, maka
layanan konseling individu bertujuan untuk mengentaskan klien dari masalah yang
dihadapinya. Ketiga, diliat dari fungsi pengenbangan dan pemeliharaan, tujuan
layanan konseling individu adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu
yang memelihara unsur-unsur positif yang ada pada diri klien. Dan seterusnya
sesuai dengan fungsi-funsi bimbingan dan konseling.
Materi yang diterapkan dalam layanan konseling perorangan ini
dilihat pada beberapa macam, yang pada dasarnya tidak terbatas. Layanan ini
dilaksanakan untuk seluruh masalah siswa secara perseorangan, seperti masalah-masalah
yang bisa dijadikan isi layanan konseling individu mencakup :
a.
Masalah-masalah yang berkenaan dengan bidang pengenbangan pribadi
b.
Bidang pengenbangan sosial
c.
Bidang pengembangan pendidikan atau kegiatan belajar
d.
Bidang pengembangan karir
e.
Bidang pengembangan kehidupan berkeluarga
f.
Bidang pengembangan beragama
Hasil Observasi dari MAN 1 Medan pada hari kamis, 27 Maret 2014
1.
Apakah disekolah ini bimbingan dan konseling masuk kedalam kelas ?
ada jam khususnya ?
-
Ya, sudah masuk tapi hanya di kelas XII akan tetapi di kelas XII
mereka datang sendiri ke konselor. Sedangkan di kelas X dan XI masih di panggil
atau di suruh konselor.
2.
Apa disekolah ini sudah ada guru khusus untuk program bimbingan dan
konseling ?
-
Ya, sudah ada sebanyak 5orang guru BK. Hanya 1 orang yang tidak
jurusan konseling tapi di angkat sebagai guru Bk.
3.
Menurut bapak pelayanan BK disekolah ini, sudah sejauh mana ?
-
Sudah sangat jauh, karena konseling bisa dikatakan aktif
4.
Kapan diberikan program bimbingan dan konseling kepada siswa ?
-
Setiap saat bagi siswa yang bermasalah mau pun yang tidak
bermasalah agar mereka terbiasa akan konseling.
5.
Apa masalah yang sering muncul disekolah terkait dengan BK ?
-
Ya seperti terlambat, dan apsen
6.
Masalah pribadi apa yang sering dialami siswa ?
-
Ya, konsultasi masalah belajar, itu kalau di kelas XII dan memilih
melanjutkan kemana pendidikan mereka.
7.
Dampak / akibat paling parah saat siswa mengalami masalah pribadi ?
-
Dampaknya tidak ada, karena sistemnya berlanjut jika belum selesai
maka akan melakukan pertemuan ke 2, ke 3 dan sampai masalah mereka selesai.
8.
Faktor apa yang diduga menyebabkan masalah pribadi siswa ?
-
Faktor penyebab masalah pribadi yaitu ekonomi, pembelajaran, cara
guru mengajar yang tidak disukai.
9.
Upaya apa yang dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah pribadi siswa ?
-
Uapayanya ya dengan memberikan arahan tetapi dilakukan face to
fece.
10.
Apakah layanan konseling individu sering diberikan kepada siswa ?
-
Sering. Yang paling sering melakukan layanan konseling individu ya
anak kelas XII
11.
Kesulitan apa dalam menghadapi siswa/i dalam menyelenggarakan
layanan konseling individu tersebut ?
-
Tidak ada, kami telah memberikan tata tertip siswa dan mereka sudah
menerapkan tata tertip siswa tersebut.
12.
Apakah sekolah ini lebih sering menggunakan konseling individu atau
kelompok ?
-
Kami seling menggunakan konseling individu karena ini lebih bisa
memahami diri mereka secara mendalam. Dan yang tau hanya konselor dan murid
saja.
13.
Apakah layanan konseling individu ini atas kemauan siswa itu
sendiri atau wali kelas ?
-
Yang dari diri sendiri itu dari kelas XII. Tetapi yang di kelas XI
dan X wali kelas yang menyuruh mereka ke konselor.
14.
Bagaimana metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah siswa
sehingga siswa itu dapat terbuka kepada konselor ?
-
Dengan cara face to face, dari hati ke hati dan kita memahami
kepribadian siswa tersebut. Yang paling penting asas
kerahasian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar