Alhamdulillah. Siang berganti malam masih dapat kita rasakan, hari kehari sudah dijalani ternyata kita sudah masuk dibulan Rajab.
Tak henti-hentinya aku bersyukur atas nikmat Iman, Islam dan Ihsan yang diberikan Allah kepadaku tak lupa pula salam hormat kita kepada kekasih Allah, suri tauladan kita semua Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Terkadang aku ingat-ingat, bagaimana keinginanku dulu utk merantau sejak tamat SMA dan Allah izinkan sekarang setelah tamat kuliah.
Kenapa dari dulu aku ingin merantau, Iya karena aku ingin lebih mandiri, aku ingin lebih kuat, aku ingin lebih bertanggungjawab, aku ingin lebih sabar, aku ingin lebih bersyukur, aku ingin lebih berbakti kpd kedua orgtuaku, aku ingin lebih baik lagi dari sebelumnya.
Karena aku berfikir dulu aku masih terlalu manja, aku terlalu egois, aku terlalu kasar, aku terlalu enak, aku terlalu disayang, aku tidak mau tau apa yang dibutuhkan dan diinginkan orgtuaku, aku selalu membuat mereka sedih, aku berfikir mereka cerewet, aku susah disuruh, aku gak langsung datang saat mereka perintahkan walaupun aku selalu mendengarkan kata mereka.
Aku ingat ingat lagi semua perbuatanku yang aku blm mengerti ternyata aku salah sampai membuatku meneteskan air mata dan tersedu-sedu.
Aku berterimakasih kepada Allah ternyata Allah kabulkan semua doaku dan doa orangtuaku, Allah izinkan agar aku menjadi anak yang berbakti, dan berubah menjadi lebih baik lagi.
Aku belajar bagaimana adab dengan orangtua, bagaimana dengan adik-adikku, bagaimana dengan keluarga, bagaimana dengan sahabat, bagaimana dengan guru-guruku. Aku belajar dari orangtuaku, tapi dulu banyak kesalahan yang aku lakukan kepada orangtuaku padahal mereka tidak pernah mengajarkanku seperti itu.
"Kalau sama gurumu kau takut, tapi sama kami enggak" ketika SD, SMP, SMA. Aku heran kenapa aku dahulu seperti itu.
Ini proses belajar, aku belum mengerti tentang hidup ini, aku belum mengerti bagaimana bisa aku meninggikan suaraku daripada suara orangtuaku padahal mereka adalah surgaku. Aku sangat menyesali perbuatanku, aku berusaha untuk selalu meminta maaf tapi selalu orangtuaku lebih dahulu memaafkan. Tidak pernah kurang apapun diberikan mereka kepadaku dan adik-adikku, mereka selalu mengajarkan yang baik, selalu mengingatkan yang baik, menyuruh yang baik. Tp kadang aku lalaikan semuanya.
Tapi sekarang aku mengerti, saat ragaku jauh dari mereka, betapa malunya aku, betapa sedihnya aku atas perlakuanku dulu.
Lagi lagi mungkin karena pemahamanku yang dangkal, pemikiranku yang sempit, dan pengalamanku yang sedikit. Yang membuatku begitu merasa bersalah dari hari ke hari kalau ku ingat bagaimana sikapku dulu.
Iyaa dulu, ketika aku masih mengandalkan dorongan id dan ego tanpa mengendalikan superegoku.
Sekarang, semakin bertambahnya usia aku semakin sadar, aku akan selalu berusaha berusaha dan berusaha bagaimana caranya untuk membuat orangtua ku bahagia, karena sampai detik ini mereka terus yg membuatku dan adik-adikku bahagia. Karena aku tidak dapat membalas kebaikan mereka walau seisi dunia ini ku berikan, walau nyawa ini pun ku pertaruhkan takkan mampu aku membalasnya.
Aku hanya bisa mendoakan mereka dan hanya Allah yang mampu membalas kebaikan mereka.
Allahumagfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro
Semoga Allah beri kesempatan kepadaku untuk membuat mereka senang dan bahagia. Karena orangtuaku adalah surgaku.
Kirimkan doa, perbanyak istigfar dan jgn lupa Al-Fatihah untuk orangtua kita.
Al-Fatihah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar