Terasa juga ya, ternyata rumah besar belum tentu membuat kita
bahagia. Saling tidak perduli satu dengan yang lain, memang tidak kenal tapi
tidak berniat untuk saling mengenal. Payahh,,, ini bukan kebahagiaan.biarlah
rumahku jelek dimedan. Tapi nyaman, tenang saling perduli satu dengan yang
lain, aaaahhh aku rindu. Aku kangen, walaupun seperti itu aku pasti bisa. Aku
tidak boleh lemah.
Sampe sakit kali kepalaku bah… seharian ini aku tidak bersemangat
sekali. Mau senyum rasanya susah, selalu ku tutupi kesedihanku dengan rasa
bahagia yang penuh dengan canda dan tawa.
Mungkin seperti itu juga dalam memilih jodoh mungkin ya, bukan yang
ganteng yang membuat kita bahagia, tapi yang buat bahagia sudah pasti ganteng.
Disini aku belajar, bukan dari yang terlihat mewah, cantik, indah dilihat, enak
dan nyaman dipandang tetapi tidak ada ikatan batin sedikitpun payahlah, walau
kita sudah berusaha tetapi kita tidak diperdulikan rasanya kita malas dan mulai
cuek, mungkin didikan orang tua kita berbeda, aku terlahir dengan keluarga yang
sederhana, serba hemat tidak suka mubajir, masalah air, lampu yaa masalah
sepele dirumah. Bukan berarti bundaku pelit atau romoku pelit, tidak sama
sekali mereka sangat royal apalagi untuk anak-anaknya, apa yang aku mau pasti
dibelikan. Tetapi kami diajarkan, ingat kita tidak selamanya bisa hidup senang,
roda selalu berputar. Aku juga mikir, aku mau royal, tidak berhemat bagaimana
sedangkan aku semua masih dibiayai oleh orangtuaku.
Aku tahu disini, dirumah ini aku sangat nyaman, mungkin karena
alasnya berkeramik, atau didingnya batu, tetapi kenyamanan yang sesungguhnya
terletak pada hati dan pada kebahagiaan kita bisa lakukan semuanya bersama.
Saat ini, saat dirumah ini belum kurasakan bahagiaku, mungkin dengan pindah
nanti kekontrakan baruku dengan teman-temanku yangdari medan, dan mereka juga
teman kampusku saat ini serta rumah yang sering aku tempati saat aku merasa
sendiri di kontrakanku.
Rasanya ramai kontrakan itu, tetapi aku merasa sendiri ya iyalah
orang aku dikamar saja, kek mana aku mau gabung aku terlalu segan, eh aku mau
masuk aku mau gabung ada yang kurang menerimaku, padahal kaka-kaka itu sangat
buat nyaman sebenernya, tapi yasudahlah. Inilah hidup, ini pilihanku, aku akan
selalu belajar dan belajar memperbaiki diriku semakin baik lagi.
Rezeki itu bukan hanya prihal meteri, tetapi teman-teman dan
sahabat-sahabat yang selalu ada dan buat bahagia itu termasuk nikmat rezeki
yang diberikan oleh Allah swt. prihal memilih rumah bagaikan memilih jodoh,
bukan cuma rumahnya saja yang diperhatikan tetapi orang-orang yang ada
didalamnya, orang sekitarnya juga diperhatikan itu juga salah satu yang membuat
kita nyaman.
Semoga
saja aku kelak tidak salah pilih jodoh, dan aku yakin Allah akan pertemukan
dengan yang terbaik untukku. Aaaammmmiiiiinnnnnnnnnnnn……

Tidak ada komentar:
Posting Komentar