Jumat, 16 September 2016

Menunggu …

Puisiku Karya: Ria Hayati


Bila hidup hanya untuk memikirkanmu
Aku takkan perduli berapa detikpun berlalu
Jendela menjadi pemisah ruang antara dua insan
Gelapnya hari menjadi pertanda
Bahwa hati takkan mungkin kokoh
            Waktu seakan tidak ingin lekang
            Dari indahnya harapan
            Sayatan pisau seperti percikan air garam membelah uluh hati
            Yang perih karena
Kata takkan mampu ungkapkan
Sedalam apa arti berdiri diantara ribuan manusia
Yang sibuk dengan hingar binger
Sedang, aku masih sendiri
Menunggu kegelisahan hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar