Kuawali kegiatan rutinku ditanah perantauan, bangun dan bergegas untuk beribadah. Hari ini aku teringat pada sesuatu yang selalu bertanya didalam hatiku karena keinginan dan obsesiku untuk menikah dinas semenjak mengenalnya. Ya, sebenarnya aku sangat suka dengan Abdi Negara, itulah harapanku suatu saat nanti. Entah kenapa aku selalu inginkan itu semenjak aku tahu apa itu nikah dinas. Padahal nikah dinas itu bukan hal yang mudah apalagi untuk orang biasa seperti aku. Ini hanya segelintir hasrat dan keinginanku, untuk bisa jadi seperti itu.
Setelah aku membereskan semuanya, jogging dan lari pagi menjadi pilihanku setiap ada waktu saat tidak menggangu waktu perkuliahan. Aku nikmati dengan menghirup udara segar disekelilingku dengan penuh semangat. Seperempat jalan sudah ku lalui, perjalananku lumayan jauh karena aku ingin tahu jalan dan tempat-tempat sekitar kontrakanku. Dengan keadaan yang tidak beberapa jelas dari pandanganku ditengah jalan aku melihat dua orang lelaki sedang berlari, dalam hatiku berkata “anak sekolah ini mau kemana, peraasaan daerah sana tidak ada sekolah”. Semakin lama mereka berlari semakin dekat dan ya aku anggap biasa saja, dan aku pun malas untuk melihatnya kalau sudah dekat. Aku lanjutkan perjalananku dengan penuh kebahagiaan. Beberapa menit kemudian dari jauh aku melihat rombongan orang-orang yang berkepala botak yang tinggi dan tegap yang sedang berlari dengan irama yang sama dan bernyanyi dengan penuh semangat dan ambisi. Saat berpapasan dengan mereka aku tak berani melihat wajah-wajahnya, aku lihat saja sepatu dan langkah kaki mereka yang sangat kompak. Kan tidak bawa kacamata, jadi mau lihat wajah-wajahnya juga tidak kelihatan dengan jelas. Dalam hatiku berkata, berarti yang dua orang didepan tadi adalah temannya orang-orang ini. Kenapa aku mikirnya itu anak sekolah ya, hahaha. Tawaku dalam hati. Aku berfikir bahwa ini adalah orang-orang Abdi Negara.
Sekejap aku terdiam, dan teringat memoriku dahulu yang selalu aku coba lupakan. Tapi masih fasih dalam ingatan. Ya seseorang yang sedikit banyaknya membuatku mengerti tentang hidup, memberikan masukan dan membuatku terinspirasi dengannya. Waktu itu, awal 2014 tepatnya mungkin bulan April aku mengenalnya lewat social media yaitu BBM. Mungkin semua tahu dan punya BBM, bahkan lebih dari satu. Apalagi dizaman yang serba canggih dan modern ini. Dia menginviteku, waktu itu sangat lama aku acc, karena aku baru saja berpisah dengan kekasih hatiku dulu. Ya aku maklum saja, aku dulu dekatnya dengan adik-adik terus alias brondong, gak tahu juga kenapa suka brondong dan dia berbohong. Dan aku sudah tak nyaman dengannya, di akhir Desember 2015 aku sudah tak mau lagi kenal dengannya dan aku memutuskan untuk sendiri dulu untuk beberapa tahun. Tapi kesendirianku tidak lama, karena dia datang dalam hidupku, waktu itu yang invite di BBM banyak, jadi aku pilih-pilih mana yang aku acc sesuai nama yang aku suka. Dan dia salah satunya. Dia mulai chat denganku, biasanya kalau kita ngechat sama orang disosial media pastinya kita melihat gambar yang dipasangnya. Dan yang aku lihat adalah dia seorang polisi.
Awalnya aku sangat tidak suka dengan polisi, dan merasa entah itu trauma atau memang kejadian burukku dengan polisi yang membuatku takut. Karena setiap ada polisi apalagi berlalu lintas dijalan, aku seperti orang yang baru ketemu dengan hantu sangat ketakutan. Padahal aku punya SIM, STNK dan semunya lengkap. Seiring berjalannya waktu, aku pun semakin dekat dengannya. Dan aku selalu berusaha untuk cuek dan tidak perduli, tetapi dia orang yang tipenya romantis, bisa mengambil hati wanita dan juga aku. Setiap pagi, selalu diberi sapaan hangat dengan kata-kata yang indah. Yang membuat energi positifku meningkat. Entah mengapa rasaku sangat beda, semakin hari aku semakin suka padanya. Padahal kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Dan perasaan nyaman itu ada, mungkin ini tidak bisa difikirkan oleh logika. Secara zaman sekarang, mau apa-apa semuanya ada. Masih zaman cuma kenal-kenal dimedia social, mungkin kalian bilang begitu. Apalagi dengan Abdi Negara mana mungkin, itulah yang pernah terbesit didalam hatiku. Aku tidak yakin dia akan serius denganku, tapi aku selalu nikmati alur indah bersamanya meski dalam dunia maya. Tak menunggu lama, beberapa waktu kami dekat dia pun ungkapkan kata-kata yang membuatku berkesan dan takkan pernah kulupakan. Dia ungkapkan dengan bahasa daerahku, yaitu Batak karo. Karena kami sudah kenalan dia tahu kalau aku keturunan Jawa-Batak Karo. Dia juga orang jawa, yang paling gak habis fikir adalah dia bilang dengan bahasa Batak Karo, dia tahu karena dia pernah ditugaskan disana. Sehari aku fikirkan, dan aku bilang aku sayang sama dia mungkin karena perlakuannya yang baik terhadapku. Bisa saja itu jurus ampuhnya…
Semenjak aku kenal dengannya, entah apa yang aku rasakan. Aku merasa diriku semakin rajin dalam hal apapun, apalagi dalam mendoakannya. Misalnya, aku jadi lebih suka memasak. Aku juga tidak tahu apakah dia alasanku untuk itu. Dia juga yang bisa membuat hilang perasaan takutku dengan polisi, entah stimulus apa yang diberikannya kepadaku sampai begitu. Haahaa
Aku nikmati hari-hariku dengannya, dengan penuh canda tawa dan keromantisan sampai aku lupa kalau aku sudah tak mau menjalin asmara lagi. Mungkin karena yang kemarin dengan brondong, tapi kali ini dengan abang-abang apa salahnya aku coba. Apalagi dengan seorang Abdi Negara tak pernah ku bayangkan sebelumnya, karena seorang abdi Negara yang aku suka dari dahulu itu adalah seorang tentara. Eh malah jadi sama polisi, hihi.
Hari terus berganti, tapi aku dan dia tak pernah bertemu selain disocial media. Apa mungkin karena perasaaanku yang begitu dalam padanya sehingga aku tak berani untuk bertemu saja dengan dia. Benar-benar aku tidak punya keberanian sama sekali. Sampai aku dan di sudah merencanakan untuk bertemu, tetap saja sebisa mungkin aku untuk menghindar. Karena ketidakpedean ku terhadapnya. Karena aku sadar diri, aku bukanlah wanita yang cantik, bukan pula yang putih yang sering diharapkan oleh laki-laki biasanya. Sampai di bulan Agustus 2014 aku ada acara pesta didaerah dia ditempatkan, yaitu di Polsek Indrapura. Haha aku tak beri kabar jauh sebelumnya aku mau ke daerah tempat ia bekerja, kalau dia tidak bertanya ya aku biasa saja dan dia pun bertanya dan menganggapku tidak serius kalau aku ada pesta didaerah itu. Aku sudah bilang dengan bundaku, dan kata bunda “ajaklah temanmu kesini suruh makan”. Untuk menelponnya saja aku tidak berani, alamat yang aku berikan adalah salah. Menurut pengakuannya ternyata dia mencari tempat pesta itu sebelum polsek tempat ia bekerja, padahal polsek tempat ia bekerja itu aku lewati dan aku tidak tahu. Setelah pulang barulah aku lihat bahwa aku melintasi polsek tempat ia bekerja. Alamat yang diberikan saudaraku, mengatakan tempat pesta tersebut sebelum polsek adalah salah. Aku sudah menunggunya didepan, dia tidak ada. Padahal Kapolsek daerah setempat datang ketempat pesta itu, dan aku tunjukkan fotonya dan ia mengenalinya. Hah... aku datang kesana saja kami tidak bertemu, aku pulang dengan wajah kecewa, ketakutan dan tak tahu bagaimana perasaanku pada saat itu. Satu sisi aku tidak berani berjumpa dengannya, disisi lain aku tak berjumpa dengannya merasa kecewa.
Beberapa bulan setelah itu dia datang kemedan, sepertinya juga ingin bertemu karena dia mencari DPO tempatnya daerah Marelan. Jauh sekali dengan tempat tinggalku. Dan kami pun tidak bertemu lagi. Dan pada akhirnya dia bilang dia akan pergi meninggalkan tempat dinasnya di Indrapura, Medan dan mengabdi di daerah Sampit, Kalimantan Tengah. Ya ampun perasaanku rasanya tidak tahu bagaimana, ditambah lagi dia menghapus aku dari kontak BBM nya. Sakitnya perasaanku saat itu, dia yang aku suka, aku sayang, aku rindu dengan kata-kata indahnya sampai hati untuk mengakhirinya tanpa kejelasan dengan seenaknya nge-DC di BBM. Beberapa hari aku biarkan, tidak aku sms. Karena aku mulai gelisah, aku tanyakan kenapa dia melakukan hal itu. Ternyata karena dia harus pergi pindah tugas di Kalimantan itu, ternyata itu jadi alasannya selanjutnya dia bilang dia ga sanggup untuk mengungkapkannya gak sanggup untuk bilangnya, jadi lebih baik dia hapus. Kalau menurutku dia bosan, dan aku bukan orang yang benar-benar ia cintai. Dia pernah bilang “Jarak dan Waktu yang akan menjawab seberapa besar cinta kita untuk bersama”. Kurang lebih seperti itu, ya tidak sedikitpun kata-kata indahnya aku hapus. Dan selalu aku abadikan di ingatan dan handphone-ku. Sampai seperti itulah aku menggaguminya…
Seiring berjalannya waktu, aku dekat dengan beberapa lelaki dan bukan hanya satu. Tapi aku tidak serius dan aku biasa saja, teman-temanku mungkin sudah bosan. Karena pembahasanku tentang dia, dia dan dia lagi. Padahal aku sudah dekat dengan yang baru, tapi tak ku anggap karena kami jauh. Dan aku biasa aja tidak ada yang berkesan, walaupun berkesan masih bisa dilupakan, tapi dia beda… entah kenapa beda.
Sampai sewaktu hari dibulan September 2015 sekitar tahun lalu, dia menanyakan kabarku. Sebelumnya setelah menghapusku di BBM, ditwitter dia follow akun ku. Dan sengaja aku stalking dia. Walaupun aku tak berani untuk menanyakan kabarnya, dan ternyata dia masih menanyakan kabarku. Aku balas di sms, dari situlah kami cerita-cerita bertanya kabar dan dia bilang kalau dia sudah menikah sebulan yang lalu. Sumpah aku sangat terkejut, dia kan lagi di kampong orang, bagaimana dia bisa menikah, sedangkan dia disana saja masih baru. Aku tidak percaya, tapi tetap saja dia bilang dia sudah menikah. Setiap aku minta kirimkan foto dirinya dengan pasangan hidupnya dia kirim foto perempuan sendiri, ya paling dieditnya sebelah-sebelahan. Lah, masa menikah fotonya begitu. Kan ada nikah dinasnya lagi, kan gak gampang buat nikah dinas. Lagi-lagi kepercayaanku tidak kokoh karena belum aku lihat langsung. Tapi, yasudahlah mungkin dia memang harus seperti itu agar aku tidak berharap padanya, dan harus tetap semangat dalam meraih cita-cita. Setelah dia beritahu kabar itu, aku pun bercerita dengan teman-temanku semua dan meminta pendapat mereka. Mereka sangat tahu aku sangat menyayanginya dan mungkin sulit ku lupakan. Aku juga tidak tahu kenapa, sampai akhirnya aku dekat lagi dengan beberapa lelaki, aku beranikan untuk berjumpa dengan lelaki. Padahal sebelumnya aku tak pernah berjumpa dengan lelaki yang tak aku kenal, paling berjumpa sekali doang atau dua kali. Soalnya aku tidak pernah serius, karena dalam fikiranku kalau seseorang serius pada kita, ia akan mempersiapkan dirinya untuk menikah dan tidak perlu waktu lama dan menghabiskan waktu dalam ikatan yang tidak halal, apalagi kalau berjumpa, bekencan, berduaan itu mendekati zina. Itu tidak prinsipku…
Beberapa bulan setalah kejadian itu, ada yang ingin jadian denganku, kampusnya didepan kampusku. Salah satu anak unimed, selain itu aku juga dekat dengan 2 orang, yang satu chef dan yang satu lagi sebaya denganku anak kuliah juga tetapi masih semester awal dan aku jalan juga dengan mereka. Kata temen-temen, karena kita anak kuliah pilih saja dia, apalagi dia kan baru menamatkan kuliahnya. Aku pilih dia, walaupun pada saat itu aku belum pernah berjumpa dengannya, sedangkan dua lelaki yang lain sudah kutemui haha. Mungkin akibat ditinggal nikah kali yak.. sebelumnya kami memang sudah merencanakan akan bertemu sebelum kami jadian, tapi batal karena dia harus kerja dan respons ku dengan dia itu sangat biasa, sekali lagi aku tak serius. Hingga pertemuan pertamaku didepan mesjid daerah dekat kampusku, aku jalan dan bertemu dengannya setelah kami jadian. Aku sangat biasa dan kenapa aku mau bertemu dengannya karena aku memang tak ada hati awalnya, yaa kalau aku ada perasaan mana mungkin aku berani untuk bertemu. Makin hari, kami semakin dekat dan walaupun mantannya sering menghubunginya atau yang lainnya, aku tak perduli. Aku biasa saja, karena aku juga jalan dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan dia, walaupun hanya ku anggap teman biasa, dan mereka juga tahu kalau aku punya kekasih. Tapi ya semuanya untuk menghilangkan rasaku sama abang polisi itu. Ahaha…
Semakin lama aku mungkin merasa nyaman dengan dia, tapi cuma saat kami bersama, kalau tak bersama ya semuanya hilang, tak seindah dulu meskipun tak bersama dalam nyata tapi bahagia. Entahlah.. Tapi nyamanku disini bukan untuk sang kekasih, nyaman yang lebih kayak saudara. Apalagi ibunya sudah tiada, rasanya aku ingin selalu bisa membantunya, karena ibu itu sangat berpengaruh dalam hidup kita. Aku lupa persisnya gimana, kami ada masalah gitu…aku semakin gak suka kalau dia berkomunikasi dengan mantannya, sedangkan sebenarnya aku juga masih berkomunikasi dengan abang polisi itu, tapi aku tidak lebay paling abang polisi menanyakan kabarku sudah. Dan aku tidak mau terlalu meresponsnya meskipun kami masih berteman di Line atau Whatsapp.
Aku mulai tidak nyaman dan dia mengajakku untuk makan karena keberhasilanku selesai sidang, disitulah aku ingin tahu dan ku bongkar semua tulisan-tulisan dimedia sosialnya. Dan akhirnya ku temukan kalau dia sedang bermesraan lewat Line dengan mantannya dengan sebutan sayang-sayangan… haha, sebenernya lucu juga kejadian itu. Aku liat wajah dia cemberut jelek kali dan aku juga disitu jd badmood, hah dasar tukang bohong. Bagaimana aku mau percaya, kalau dia sayang-sayangan begitu. Aku berteman dengan lelaki, tapi untuk mesra-mesraan kayak gitu aku gak mau. Kalau ada satu, ya satu ajah ya walaupun yang lainnya dekat. Hanya sebatas teman akrab saja tak pernah lebay kayak begitu. Terakhir aku lebay begitu saat bersama dengan abang polisi itu ahhaha setelah dari situ semuanya telah hilang. Aku juga menjauh dengan anak unimed itu dan kami tidak ada komunikasi sekalipun sampai aku sudah berada diperantauan. Karena sudah kuduga, aku akan kecewa. Mudah sekali aku dekat dan menaruh hati tapi bukan pada tempatnya. Itulah alasanku kenapa tidak pernah berjalan lama saat aku dengan kekasih hatiku. Karena sampai saat ini belum ada pembuktian bahwa cinta itu benar-benar ada dan cinta tidak mengkhianati hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar