Pacaran yuukkk, tapi yang islami
⚪
Seolah kau perhalus kalimat itu dengan kata "ta'aruf"
➖
Hey! Jangan jadikan syari'at sebagai lelucon.
Ini bukan candaan
➖
Inilah yang sering dilakukan oleh aktifis dakwah yang hatinya tidak bertameng keimanan
⚪
Awal niatan berharap wajah Allah, rahmat dan naungan-Nya,
⚪
akan tetapi terpaan badai godaan asmara terlarang bak gelombang yang datang bertubi-tubi,
⚪
mengikis pingiran pantai keimanan perlahan-lahan
➖
Eits, jangan salah lho, mereka pun pake dalil juga. Mau tau dalilnya?
⚪
Nabi bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberitahu bahwa dia mencintainya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
⚪
"butuh seseorang yang kita sayangi yang dengannya kita selalu diingatkan kepada kebaikan, obrolan hanya seputar dakwah kok"
➖
Apa betul begitu yang diajarkan oleh syari’at Islam?
➖
Kita khawatir dengan peringatan Allah bagi mereka yang sudah tahu tapi menyimpang maka Allah membuat hati mereka semakin menyimpang dan bahkan bisa takkan kembali. Allah Ta’ala berfirman,
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ⚪
“Tatkala mereka menyimpang maka Allah pun simpangkan hati mereka.” [Ash-Shaff: 5]
➖
Allahu yahdik
➖
Islam tidak melarang ta’aruf, namun beberapa orang khususnya remaja sering mensalah definisikan kata ta'aruf.
⚪
Ta'aruf bisa berarti perkenalan dalam waktu singkat, ketika ingin SERIUS nikah.
⚪
Jika masih dirasa belum mampu menikah dalam waktu secepatnya, maka lebih baik tidak dulu mengajak akhwat berta'aruf. Sebab fitnah itu tak mungkin dipungkiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar