Kamis, 06 April 2017

Hukum meninggalkan Sholat / Shalat Subuh


Faidah Malam

*حكم المداومة على ترك صلاة الفجر جماعة بسبب النوم*

Hukum Sering Meninggalkan Sholat Shubuh Berjamaah Karena Tidur

السؤال: رجل ثقيل النوم جدًّا ويسبب له ذلك في التأخر عن صلاة الفجر وهو متألم جدًّا لحالته ومتأثر بسبب مداومته على ترك الصلاة في المسجد فهل هذا الشخص يعتبر كافرًا أو منافقًا ؟

Pertanyaan : *Ada seorang laki - laki tidur sangat pulas, yang menyebabkannya terlambat sholat subuh berjamaah.* Sementara dia merasa batinnya sangat tersiksa dengan keadaannya tersebut dan merasa sedih dengan kebiasaanya meninggalkan sholat subuh berjamaah dimasjid, *apakah orang ini bisa dianggap kafir atau munafik ?*

⏬ الجواب : يجب على المسلم المحافظة على الصلاة مع الجماعة في المسجد. والنوم ليس بعذر دائمًا فالذي يعتاد النوم ويترك الصلاة غير معذور ويجب عليه أن يتخذ الوسائل التي توقظه للصلاة من النوم مبكرًا والعزم على الاستيقاظ للصلاة أو تكليف من يوقظه من أهله أو غيرهم.

⏰ Jawaban : *Seorang muslim wajib untuk menjaga sholat berjamaah di masjid. Sedangkan tidur tidak selalu menjadi alasan.* Jika seseorang terbiasa tidur dan meninggalkan sholat tanpa ada alasan, maka dia wajib menggunakan sarana-sarana yang bisa membangunkannya dari tidur di awal waktu untuk mengerjakan sholat dan berniat kuat bisa bangun tidur untuk mengerjakan sholat, atau berpesan kepada keluarganya atau yang selainnya untuk membangunkannya. ⏰ 

وإذا نوى القيام للصلاة وعزم عليه أعانه الله على ذلك. مع أنه مشروع للمسلم أكثر من ذلك بأن يستيقظ مبكرًا ويصلي من آخر الليل ويوتر ويكون من المستغفرين بالأسحار ووقت النزول الإلهي إلى سماء الدنيا ووقت إجابة الدعاء والمغفرة، فلا يحرم نفسه من ذلك.

*Sementara jika sudah berniat dan bertekat kuat bisa bangun tidur untuk mengerjakan sholat, semoga Allah menolongnya.* Bahkan disyariatkan bagi setiap muslim lebih dari itu, yaitu agar bangun di awal waktu untuk sholat diakhir malam, sholat witir, dan menjadi salah satu diantara orang - orang yang meminta ampunan di waktu sahur, waktu turunnya Allah ke langit dunia, waktu dikabulkannya do'a dan waktu diampuninya dosa orang-orang yang meminta ampunan di waktu tersebut. Maka jangan sampai hawa nafsu seorang muslim menghalanginya untuk melakukan hal-hal tersebut.

أما أنه إذا لم يصلِّ في المسجد فلا يعتبر كافرًا بل يعتبر فاعلاً لمحرم ومتصفًا بالنفاق لقول صلى الله عليه وسلم:"أثقل صلاة على المنافقين العشاء والفجر". رواه الإمام البخاري في "صحيحه" (1/141) من حديث أبي هريرة رضي الله عنه.

*Adapun jika dia tidak mengerjakan sholat subuh berjamaah di masjid maka dia tidak dianggap kafir,* akan tetapi dianggap sebagai pelaku dalam sesuatu yang dilarang dan disifati dengan sifat kemunafikkan, berdasarkan sabda Nabi sholallahu 'alaihi wassalam :

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ،.

" *Sesungguhnya sholat yang paling berat dilakukan orang munafiq adalah sholat isya' dan sholat subuh.*" Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari (1/141) dari hadits Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-.

مصدر الفتوى: المنتقى من فتاوى الفوزان (5/46).

Sumber Fatwa : Muntaqo Fatwa Syaikh Sholih Al-Fauzan hafidzahullah nomer 5/46.

Alih Bahasa : Abu Abdillah Purwoko S.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar